Selasa, 11 September 2012

Profil Negara Maju Spanyol

PROFIL
NEGARA MAJU SPANYOL

I.    PENDAHULUAN


Pada abad XVI dan XVII, Kerajaan Spanyol mengalami masa kejayaan sebagai imperium dunia dan menguasai hampir seluruh benua Amerika, namun memasuki abad XVIII kejayaan Spanyol mulai surut. Kegagalan dalam mengikuti arus revolusi industri dan perdagangan mengakibatkan Spanyol semakin tertinggal dibanding negara-negara Eropa lainnya seperti Inggris, Jerman dan Perancis. Dalam Perang Dunia I dan II Spanyol mengambil posisi netral, namun mengalami Perang Saudara pada tahun 1936-1939.

Pada paruh kedua abad ke-20, Spanyol berusaha mengejar ketinggalannya dari negara-negara barat lainnya. Spanyol menjadi anggota Masyarakat Ekonomi Eropa pada tahun 1986.  Tantangan utama yang dihadapi Spanyol saat ini di antaranya masalah terorisme kelompok Euskadi Ta Askatasuna (ETA/ Pembebas Tanah Basque), imigran gelap, inflasi, dan pengangguran.

II.      GEOGRAFI DAN KEPENDUDUKAN

Lokasi
:
Spanyol terletak di barat daya Eropa, berbatasan dengan teluk Biscay, laut Mediterania, samudra Atlantik Utara, pegunungan Pyrenees, dan barat daya Perancis.
Luas Wilayah
:
Total luas wilayah 504.782 km2 dengan luas darat 499.542 km2 dan luas perairan 5240 km2.
Spanyol terbagi dalam 17 komunitas otonom (setingkat provinsi); 2 kota otonom di Afrika Utara yaitu Ceuta dan Melilla; dan 50 daerah setingkat kabupaten.
Perbatasan
:
Berbatasan dengan Andorra 63,7 km, Perancis 623 km, Gibraltar 1,2 km, Portugal 1214 km, Maroko (Ceuta) 6,3 km, dan Maroko (Melilla) 9,6 km.
Total panjang perbatasan: 1.917,8 km.
Iklim
:
Di musim panas, umumnya cerah dan panas di daerah pedalaman serta lebih moderat dan berawan di sepanjang daerah pesisir. Di musim dingin, umumnya berawan dan dingin di daerah pedalaman serta sebagian berawan dan sejuk di sepanjang daerah pesisir.
Hasil alam
:
Batu bara (jenis lignite), biji besi, tembaga, timbal, seng, uranium, tungsten, merkuri, pyrites, magnesium, fluor-spar,  gipsum, sepiolite, kaolin, potasium, tenaga air, dan lahan subur.
Jumlah penduduk
:
46.661.950 orang  (data per-1 Juni 2009)
Struktur usia kependudukan
:
0 -16 thn : 7.232.602 jiwa
16-64 thn : 20.204.624 jiwa
65 thn lebih : 19.224.724 jiwa
Pertumbuhan
penduduk
:
1,8%

Agama
:
Katolik Roma (94%), lainnya (6%)

Bahasa
:
Spanyol Castellano  74%, Catalan 17%, Galicia 7%, dan Euskera 2%. Bahasa Spanyol Castellano merupakan bahasa resmi nasional dan bahasa lainnya digunakan secara resmi di daerah masing-masing.
III.    SISTEM PEMERINTAHAN
Sistem Pemerintahan:
Kerajaan Parlementer
Ibukota:
Madrid
Pembagian administratif:
17 komunitas otonom dan 2 kota otonom:
Andalucia, Aragon, Asturias, Balearic Islands, Kota Ceuta, Canary Islands, Cantabria, Castilla-La Mancha, Castilla y Leon, Cataluna, Communidad Valenciana, Extremadura, Galicia, La Rioja, Madrid, Kota Melilla, Murcia, Navarra, Pais Vasco (Basque).  
Hari Nasional:
12 Oktober
Konstitusi:
6 Desember 1978, berlaku 29 December 1978
Sistem Hukum:
Sistem hukum perdata, dengan penerapan tergantung pada masing-masing wilayah; belum menerima klausul yurisdiksi wajib Statuta Mahkamah Internasional.
Pemerintahan Eksekutif:
Kepala  Negara: Raja Juan Carlos I (sejak 22 November 1975); Putra Mahkota Pangeran Felipe.
Kepala Pemerintahan: Perdana Menteri Jose Luis Rodriguez Zapatero (sejak 17 April 2004, dari Partido Socialista Obrero de Espana (PSOE/Partai Sosialis Buruh) dan saat ini memerintah masa jabatan kedua; Wakil PM I/ Jubir Kabinet Maria Teresa Fernandez De La Vega; Wakil PM II/ Menteri Ekonomi dan Keuangan Elena Salgado (2009); Wakil PM III/ Menteri Administrasi Publik Manuel Chavez Gonzalez (2009).
Kekuasaan Legislatif:
Parlemen Spanyol (Cortes Generales) sebagai badan legislatur Spanyol merupakan parlemen bikameral, yang terdiri dari:
a.      Kongres Deputi (majelis rendah), dan
b.      Senat (majelis tinggi)

Cortes Generales memiliki kuasa mensahkan segala hukum dan mengubah konstitusi. Karena Spanyol merupakan negara anggota Uni Eropa, maka ia harus membagi otoritas legislatif dengan dewan dan parlemen dari UE.

PM disebut juga presiden pemerintahan, ditunjuk oleh Raja biasanya dari partai yang menang pemilu.

Kekuasaan Yudikatif:
Mahkamah Agung atau Tribunal Supremo.

IV.                PROFIL POLITIK SPANYOL

Meski Spanyol bukan negara federal, namun memiliki struktur federal dan sistem politiknya bersifat unitary quasi-federal serta Senat (majelis tinggi) tidak mewakili wilayah-wilayah, dan tidak ada distribusi kekuasaan federal. Parlemen pusat tidak dapat membuat undang-undang atas nama komunitas otonom dalam tiap masalah yang terkait dengan status otonomi, sebaliknya komunitas otonom tidak dapat turut serta dalam amandemen konstitusi.

Para anggota majelis rendah dan majelis tinggi dipilih dari partai politik dengan azas proporsional dengan masa jabatan 4 (empat) tahun. Kongres Deputi (majelis rendah) memiliki 350 anggota yang mewakili 52 kota dan Senat (majelis tinggi) memiliki 259 senator.

Senat berkuasa membentuk undang-undang dan meng-amandemen UU atau mem-veto UU yang digagas Kongres. Tapi veto Senat itu dapat dibatalkan Kongres melalui suara mayoritas sederhana dari anggota Kongres. Senat dan Kongres masing-masing memiliki ketua dan badan pekerja untuk mengatur dan mengurus administrasinya.

Biro Senat terdiri dari Ketua, 4 Wakil Ketua, dan 4 Sekretaris yang semuanya dipilih oleh Senat. Saat ini terdapat 24 komisi tetap dan 6 komisi khusus di Senat.

Ketua Senat sekarang: Don Francisco Javier Rojo Garcia (PSOE) dan Ketua Kongres: Don Jose Bono (PSOE). Pada dasarnya, Kongres dan Senat bersidang dua kali setahun yaitu dari September-Desember dan dari Februari-Juni. Dalam hal tertentu, sesuai usul Pemerintah atau usul mayoritas anggotanya, baik Kongres maupun Senat dapat mengadakan sidang luar biasa yang agendanya harus dirumuskan secara jelas dan sidang ini segera dinyatakan berakhir bila agenda selesai dibahas. Keputusan dalam tiap sidang didasarkan pada suara mayoritas. Pemungutan suara harus dilakukan secara langsung oleh anggota Kongres atau Senat, dalam arti tidak boleh diwakilkan.

Reformasi
Setelah perang saudara tahun 1936-1939 Spanyol menjadi republik yang dipimpin Jenderal Francisco Franco. Setelah Franco wafat tahun 1975 Spanyol kembali ke bentuk kerajaan dengan memproklamirkan Juan Carlos I sebagai Raja Spanyol pada November 1975. Kemudian pada tahun 1976 dimulai pembentukan berbagai partai politik dan pembahasan pembentukan konstitusi dan pemilu pertama diadakan pada 15 Juni 1977.

Konstitusi Spanyol yang berlaku hingga kini berumur 31 tahun dan ditetapkan secara aklamasi oleh parlemen dengan didukung 87% rakyat dalam referendum 6 Desember 1978. sejak itu, Spanyol yang menganut sistem monarki parlementer, sebagaimana tertulis dalam Pasal 1 Ayat (3), memulai reformasi politik dan konstitusional.

Penetapan sistem monarki tidak terjadi kebetulan. Ia merupakan pengakuan akan peran Raja Juan Carlos I dalam proses pengalihan kekuasaan terutama dalam kontribusi suksesi secara aman dari diktator Franco kepada penggantinya. Raja Juan Carlos I juga sangat berperan mengambil alih kekuasaan saat terjadinya “Peristiwa 23-F”, pada 23 Februari 1981. Saat itu, Leopold Calvo Sotelo yang hendak disumpah menjadi PM, dijegal kudeta yang dilakukan Antonio Tejero dari kepolisian dan Jaime Milans del Bosch dari militer.

Pada sisi lain, sistem monarki disokong budaya demokrasi parlementer yang amat kuat. Dalam konstitusi, misalnya, amat ditekankan pembagian kekuasaan: legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Metode pemilihan memakai sistem Hondt dimana bilangan pembagi penghitungan kursi partai dilakukan secara proporsional dengan suara yang diperolehnya. Sistem demikian menghasilkan bonus untuk partai besar.

Otonomi Daerah
Sistem otonomi Spanyol membagi Spanyol ke dalam 17 komunitas otonom setingkat provinsi yang terdiri dari 50 kota, dan 2 kota otonom, dimana secara keseluruhan di dalamnya terdapat 8.098 municipalities. Komunitas otonom memiliki kekuasaan otonomi di bidang fiskal dan legislatif. Kekuasaan otonomi itu di komunitas/ provinsi dan kota otonom diratifikasi setelah melalui referendum. Kekuasaan otonomi itu menggariskan komunitas/ provinsi dan kota otonom memililki parlemen, kepala pemerintah, dan pengadilan sendiri, sedang pemerintah pusat memegang kekuasaan menyelenggarakan hubungan luar negeri, perdagangan luar negeri, pertahanan, undang-undang komersial dan kriminal, penerbangan sipil, dan pelayaran.

Catalunya, Basque Country, dan Navarra memiliki kekuasaan otonomi yang terbesar. Parlemen Catalunya memilki 136 anggota dan Parlemen Basque Country memiliki 75 anggota. Kedua komunitas otonom tersebut merupakan yang pertama memiliki regional assembly pada tahun 1981, dan saat ini kedua daerah tersebut menuntut otonomi fiskal yang lebih luas.
Pada pemilihan kepala daerah untuk komunitas otonom dan kota otonom (Ceuta dan Melilla) kemenangan kepala daerah akan bergantung pada proporsi suara yang diperoleh dan dukungan legislatif dalam penerimaan program calon kepala daerah.

Sistem ini kelihatannya rentan terhadap mosi tidak percaya yang mungkin berakhir dengan pemberhentian PM/ kepala daerah. Namun konstitusi melindungi dan mengondisikan pemberhentian PM/ kepala daerah harus dengan mengajukan calon alternatif sebagai pembanding. Dalam tahap ini, berbagai niat buruk untuk mengganti pejabat tanpa kualifikasi lebih unggul dapat dicegah.

Sistem ini memberi dampak dan manfaat sebagai berikut:
a.      Pemilihan legislatif lokal yang selanjutnya akan mengesahkan seorang kepala daerah merupakan ekspresi pelaksanaan otonomi daerah. Di sana, selain otonomi fiskal yang semakin besar, kekuasaan legislatif lokal juga mencakup penetapan berbagai kebijakan, baik bagi komunitas maupun kota otonomnya. Namun sistem ini sering diganggu oleh seruan untuk memisahkan diri seperti yang sering diupayakan daerah Catalunya dan Pais Vasco dan dapat mempengaruhi daerah lain untuk mengikutinya seperti Navarra dan Galicia.
b.      Meski pada umumnya rakyat Spanyol menerima sistem monarki parlementer, namun terdapat sekelompok generasi muda Spanyol yang menolaknya dengan alasan tiap orang lahir dengan hak dan kewajiban yang sama (tak satupun dilahirkan dengan hak istimewa).

Partai Politik:
Partido Socialista Obrero de Espana/ PSOE (Jose Luis Rodriguez Zapatero); Partido Popular/ PP (Mariano Rajoy); partai lain di antaranya:  Convergence y Union atau CiU; Unio Democratica de Catalunya (UDC); Esquerra Republicana de Catalunya (ERC); Partido Nacionalista Vasco (PNV); Coalicion  Canaria (CC); Bloque Nacionalista Galego (BNG); Partido de Independientes de Lanzarote (PIL); Izquierda Unidad (IU).
Kelompok Kepentingan:
Bisnis dan kepemilikan tanah; Gereja Katolik; Union General de Trabajadores (UGT)/ Serikat Pekerja;Confederacion Sindical de Comiciones Obreros (CC.OO) atau Konfederasi Majikan Pekerja.



V.      PROFIL EKONOMI SPANYOL

Tinjauan Umum:
Ekonomi Spanyol mengalami pertumbuhan yang pesat sejak bergabung dengan Uni Eropa tahun 1986. Perbedaan tingkat PDB  Spanyol dengan 15 negara UE pada tahun 1985 mencapai 29% dan pada tahun 2004 menurun  menjadi 10% dan pada tahun 2006 mencapai 0,7% dari rata-rata PDB UE. Tingkat bunga rendah yang dipatok oleh European Central Bank  mendorong geliat aktifitas ekonomi membaik.  Konsumsi dan investasi, khususnya di bidang konstruksi meningkat pesat.     
Dengan pertumbuhan ekonomi itu, Bank Dunia pada tahun 2004 menyatakan Spanyol telah mengganti posisi Kanada sebagai negara ke-delapan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Laporan World Wealth, menginformasi-kan Spanyol masuk daftar sepuluh besar negara terkaya. Di Spanyol  terdapat sekitar 148.600 penduduk yang memiliki kekayaan di atas US$. 1 juta dan sekitar  1.500 penduduknya memiliki pen-dapatan lebih dari €. 24 juta.
Namun, masa kejayaan itu mengalami goncangan sektor properti yang diperburuk oleh krisis finansial global yang menyebabkan peningkatan pengangguran dan krisis ekonomi Spanyol.
Pada triwulan kedua tahun 2008 pertumbuhan ekonomi sekitar 0,1% bila dibanding triwulan pertama tahun 2008 yang tumbuh sebesar 0,3%. 
Dalam merevisi prakiraan kinerja ekonomi, PM Zapatero telah beberapa kali menurunkan target per-tumbuhan ekonomi dari 1,6% di tahun 2008 menjadi 1% di tahun 2009.

PDB:
Daya beli setara dengan US$.885,5 milyar.
Tingkat Pertumbuhan PDB
3,7% (2007), 1,8% (triwulan 2 tahun 2008)
PDB-perkapita:
Daya beli setara dengan
US$ 26.000
Komposisi PDB menurut sektor:
pertanian: 3,6%; industri: 28,6%; dan jasa: 67,8%
Tingkat inflasi:
-1% (September 2009)
Angkatan Kerja:
22.806.700 orang  (Juni 2008)
Pembagian Angkatan Kerja
pertanian 5,3%, industri 18%,  konstruksi 12,1%, jasa 64,6% (2004)
Jumlah& tingkat pengangguran:
4,1 juta orang/ 17,4% (Juni 2009)
Produk Pertanian:
Gandum, sayuran, olive, minuman anggur, gula bit, sitrus; aneka daging, produk olahan sapi; ikan.
Industri:
Tekstil dan pakaian (termasuk sepatu), makanan dan minuman, logam dan olahan-nya, kimia, kapal, mobil, alat mesin, pariwisata.
Ekspor:
US$. 292,8 milyar (2008)
Komoditas Ekspor:
Mesin-mesin, kendaraan bermotor; produk makanan, barang-barang kebutuhan konsumen lainnya.
Tujuan Ekspor:
Perancis, Jerman, Portugal, Italia dan Inggris.
Impor:
US$. 444,9 milyar (2008)
Komoditas Impor:
Enerji (minyak bumi & gas alam), mesin dan peralatan, kimia, barang setengah jadi; makanan, barang-barang kebutuhan konsumen
Defisit Neraca Perdagngan
€. 95,9 milyar (2007)
Cadangan Mata Uang Asing dan Emas:
US$. 606,8 milyar (2008)
Mata Uang:
Euro (EUR/ €)

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar